Rabu, 23 Februari 2022


Pembelajaran berdiferensiasi
adalah pembelajaran mengakomodir kebutuhan belajar siswa yang memberi keleluasaan pada siswa untuk meningkatkan potensi dirinya sesuai dengan kesiapan belajar, minat, dan profil belajar siswa tersebut sesuai dengan . Pembelajaran berdiferensiasi tidak hanya berfokus pada produk pembelajaran, tapi juga fokus pada proses dan konten/materi. Metode ini dapat diterapkan hampir pada semua mata pelajaran.

Pembelajaran berdiferensiasi berfokus pada tiga hal utama yaitu :

  1. Diferensiasi konten/materi

Diferensiasi konten berarti membedakan materi pengetahuan dan keterampilan yang memberikan kepada siswa tetati tetap sesuai dengan kurikulum.

  1. Diferensiasi proses

Diferensiasi dengan membagi-bagi mereka dalam kelompok yang sesuai dengan kesaiapan belajar, minat, gaya belajar, ataupun kedekatan emosional.

  1. Diferensiasi produk

Diferensiasi produk lebih mengarah pada tujuan tentang apa yang siswa telah pahami dan tampak menghasilkan produk dari siswa tersebut. Penjelasan produk juga tidak harus selalu dalam bentuk laporan tertulis. Siswa dapat menjelaskan produk dalam bentuk visual seperti video presentasi/foto dokumentasi ataupun dalam bentuk audio seperti voice note tergantung minat siswa.

Meskipun konten, proses, dan produk yang dihasilkan beragam, namun guru punya acuan penilaian yang seragam. Acuan penilaian dalam pembelajaran ini meliputi penilaian sikap yang dilihat dari sikap tanggung jawab, disiplin, dan kerja keras siswa.

Mengelompokkan karakteristik belajar siswa

Cara pertama untuk mencari tahu karakteristik masing-masing siswa adalah dengan mengamati gaya belajar mereka. Misalnya ada siswa yang lebih tertarik pada hal yang sifatnya visual, maka cara pemberian materi dan produk hasil belajar pun diharapkan akan dalam bentuk visual. Cara lainnya bisa dengan melihat dan mengamati tugas-tugas yang sudah dikerjakan siswa. Guru dapat berdiskusi dengan guru mata pelajaran lain tentang kemampuan siswa tersebut ketika menerima materi pelajaran. Selain itu, guru juga dapat membuat pertanyaan pemantik untuk mengetahui minat dan karakteristik siswa. Misalnya pertanyaan tentang kebiasaan belajar siswa, ada siswa yang lebih senang belajar sambil mendengarkan musik, ada yang lebih senang dalam kondisi sepi, atau mungkin dan ada yang bisa belajar sambil menonton televisi, dan masih banyak lagi.

Tantangan pembelajaran berdiferensisasi

Namun menerapkan pembelajaran berdiferensiasi bukanlah hal yang mudah. Guru harus dapat menyiapkan beberapa materi dan instrumen penilaian sekaligus. Misalnya saya menggunakan diferensiasi konten/materi, berarti saya harus menyiapkan materi lebih dari satu. Sama halnya dengan diferensiasi proses dan produk, berarti harus ada lebih dari satu media pembelajaran dan alat penilaian. Tapi sebenarnya pembelajaran berdiferensiasi dapat menguntungkan anak untuk memaksimalkan potensi mereka, terlebih lagi untuk anak berkebutuhan khusus yang pembelajarannya berbeda dengan siswa lain.

Memancing siswa lebih aktif

Melalui pembelajaran berdiferensiasi, sikap toleransi dapat muncul dengan pemberian keleluasaan bagi siswa untuk mengembangkan potensi. Guru tidak membatasi bahan dasar, proses, dan produk yang dihasilkan siswa. Namun, guru juga tidak membebaskan semuanya. Guru tetap mengontrol pembelajaran dengan memberikan isian LK yang sama bagi semua siswa. Selain itu, siswa juga jadi lebih aktif ketika belajar. Siswa mengalami langsung apa yang sedang mereka pelajari. Mereka juga jadi lebih sering berinteraksi dengan orangtua untuk membantu dan mengevaluasi apa yang sudah mereka pelajari bersama gurunya.

Pada intinya pembelajaran berdiferensiasi merupakan salah satu penerapan pembelajaran yang sesuai dengan filososi KHD yaitu menghamba pada murid di sekolah, kita harus memahami bahwa siswa bukanlah TABULARASA tetapi kita harus memahasi sesuai dengan kodrat alam. Sang anak sejak lahir memiliki talenta. Kewajiban pamong/guru mengetahui minat anak. Kita harus menghargai kemerdekaan sang anak. Pamong harus taat pada talenta anak, selama itu hal positif. Jika negatif, di situlah pamong harus berperan memandu ke arah yang lebih baik. Pamong dengan asas kekeluargaan menginginkan pamong mengembangkan sang anak sesuai apa kodrat yang digariskan Tuhan Yang Maha Esa.

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar