Rabu, 25 Mei 2022

Koneksi antar materi modul 3.2

A.    Koneksi Antar Materi

Ekosistem merupakan sebuah sistem lingkungan dimana terjadi interaksi atau hubungan timbal balik atau saling ketergantungan antara komponen dalam ekosistem. Jika diibaratkan sebagai sebuah ekosistem, sekolah adalah sebuah bentuk interaksi antara faktor biotik (unsur yang hidup) dan abiotik (unsur yang tidak hidup). Faktor-faktor biotik yang ada dalam ekosistem sekolah di antaranya adalah: Murid, Kepala Sekolah, Guru, Staf/Tenaga Kependidikan, Pengawas Sekolah, Orang Tua dan Masyarakat sekitar sekolah.

Dengan mengetahui sumber daya yang ada di sekolah, dan menyadari dua komponen penting dalam ekosistem sekolah, maka sebagai pemimpin pembelajaran harus dapat 7 aset atau modal utama dalam sekolah dan tugas sebagai pemimpin adalah bagaimana mengelola tujuh aset sekolah atau sumber daya tersebut untuk kepentingan dan kemajuan sekolah . 7 aset atau sumber daya sekolah tersebut antara lain:

  1. Modal Manusia
  2. Modal Fisik
  3. Modal Sosial
  4. Modal Finansial
  5. Modal Politik
  6. Modal Lingkungan/ Alam
  7. Modal Agama dan budaya

Ada dua pendekatan berfikir dalam pengelolaan aset:

  1. Pendekatan berbasis negatif/masalah ( Deficit-Based Thinking ) akan melihat dengan cara pandang. perhatian kita pada apa yang mengganggu, apa yang kurang, dan apa yang tidak bekerja.
  2. Pendekatan berbasis aset ( Asset-Based Thinking) adalah pemikiran pada kekuatan positif, pada apa yang bekerja, yang menjadi inspirasi, yang menjadi kekuatan atau potensi yang positif.

Dalam pengelolaan aset di sekolah, sebagai pemimpin pembelajaran harus menerapkan pemikiran yang berbasis aset atau pemikiran berbasis aset. Dengan berpikir berbasis aset, kita mengembangkan potensi sekolah, sebagai memperkuat tentang bagaimana mengelola aset sekolah, berusaha memunculkan kekuatan pada aset-aset yang ada. Dengan selalu berpikir positif, berbasis pada kekuatan yang ada, apa yang sudah berjalan maka kita bisa memaksimalkan potensi yang ada dan bisa memajukan kemajuan sekolah. Jadi dengan berfikir berbasis pada aset maka kita akan bisa fokus pada aset atau kekuatan, sehingga bisa membayangkan masa depan, kita pun akan berpikir tentang kesuksesan yang telah diraih, dan kita akan bisa mengorganisasikan kompetensi dan sumber daya dan kita akan merancang rencana berdasarkan visi dan dan kekuatan serta bisa mewujudkan rencana aksi yang sudah diprogramkan.

Menurut Green dan Haines (2002) dalam  Asset building and community development,  ada 7 aset utama atau di dalam buku ini disebut sebagai modal utama, yaitu: Modal Manusia , Modal Sosial ,   Modal Fisik, Modal Lingkungan/alam ,  Modal Finansial ,  Modal PolitiK, Modal Agama dan budaya.

Asset-Based Community Development  (ABCD) atau kita sebut dengan Pengembangan Komunitas Berbasis Aset (PKBA) merupakan suatu kerangka kerja yang dikembangkan oleh John McKnight dan Jody Kretzmann, yang suatu pendekatan yang menitikberatkan pada kemampuan, pengalaman, pengetahuan, dan keinginan yang dimiliki oleh anggota komunitas, yang dijadikan sebagai kekuatan untuk maju dan berkembang.

 

 

Pendekatan Pengembangan Komunitas Berbasis Aset (PKBA) pada:

·         Usaha yang mendorong untuk dapat memberdayakan aset yang memungkinkan untuk membangun serta menghubungkan dari aset-aset tersebut agar lebih berdaya guna.

·         Kemandirian dari suatu komunitas untuk dapat menyelesaikan tantangan yang dihadapinya dengan bermodalkan kekuatan dan potensi yang ada di dalam diri mereka sendiri, dengan demikian hasil yang diharapkan akan lebih berkelanjutan.

·         Aset atau berfokus pada potensi aset/sumber daya yang dimiliki oleh sebuah komunitas.

·         Gerakan seluruh pihak yang ada di dalam sebuah komunitas atau disebut sebagai  community-driven development

Koneksi antar materi setiap modul

Modul 1.1 Filosofi Ki Hadjar Dewantara

tentang sumber daya manusia yaitu murid itu sendiri, sebagai pemimpin pembelajaran maka kita harus mendidik siswa semaksimal mungkin sesuai filosofi Ki Hadjar agar siswa dapat berkembang sesuai kodratnya. Menurut Ki Hadjar Dewantara, bahwa tujuan pendidikan itu adalah kegiatan menuntun segala kekuatan kodrat yang pada anak-anak agar mereka mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setingi-tingginya baik sebagai manusia maupun anggota masyarakat . Siswa memiliki 2 kodrat alam dan kodrat zamannya, sebagai pemimpin pembelajaran kita bisa mengelola aset sumber daya muriddengan pola asah asih asuh dengan menuntun mereka agar bisa melejitkan potensi siswa sehingga bisa mencapai kebahagiaan yang setingi-tingginya. Modul 1.1 berfokus pada anak-anak, sehingga guru sebagai petani, bisa membimbing kodrat anak agar bisa tumbuh sesuai kodratnya dengan mengelola aset yang ada.

Modul 1.2 Nilai dan peran Guru Penggerak

Modul 1.2 tentang nilai dan peran guru penggerak, juga membahas tentang sumber daya manusia yaitu dari segi guru, dimana untuk dapat mengelola potensi siswa, maka seorang gru harus memiliki kapasitas, komepetensi dan dasar nilai dalam mengelola aset yang ada. Nilai-nilai mandiri, kolaboratif, reflektif, inovatif dan berpihak pada murid harus dijadikan landasan dalam pengelolaan aset sekolah terutama untuk mewujudkan profil pelajar pancasila. Juga ada cara kerja bagaimana memkasimalkan nilai-nilai karakter anak agar bis aberkembang dengan baik. Begitu juga dengan peran sebagai guru penggerak yaitu pemimpin pembelajaran, pemimpin pengembangan sekolah, pemimpin manajemen sekolah. Dalam modul ini juga dibahas bagaimana pengembangan karakter pada anak, bagaimana karakter tumbuh atau pengelolaan sumber daya murid kita

Modul 1.3 Tentang Visi Guru Penggerak

Modul ini berbicara bagaimana cara mengelola aset atau sumber daya, pendekatan apa yang kita gunakan untuk melakukan sebuah perubahan, bagaimana kita mencapai perubahan atau visi yang kita inginkan sehingga modul 3.2 ini memperkuat modul 1.3 tentang pendekatan dalamkuiri Model Apresiatif BAGJA dalam melakukan perubahan atau pengembangan sekolah. Pendekatan Mellaui IA, Model BAGJA maka sebagai pemimpin pembelajaran kita bisa melakukan perubahan yang berbasis aset atau sumber daya untuk menuju perubahan positif. BAGJA memiliki tahapan sebagai berikut:

  1. Buat pertanyaan utama
  2. Ambil Pelajaran
  3. Gali Mimpi bersama
  4. Jabarkan rencana untuk mencapai gambaran yang diinginkan
  5. Atur Eksekusi

Modul 1.4 Buaday Positif

Budaya positif yaitu berupa lingkungan yang mendukung perkembangan siswa, Sebagai petani, maka kita akan memaksimalkan sumber daya lingkungan yang positif agar anak tumbuh sesuai kodratnya. Sebagai pemimpin pemelajaran adalah abgaiamana mengelola budaya positif, mengelola lingkungan baik biotik maupun abiotik yang mendukung perkembangan karakter baik pada siswa sehingga tujuan pendidikan seperti yang diharapkan terwujud yaitu menjadikan siswa selamat dan bahagia

Modul 2.1 Tentang pembelajaran berdiferensiasi

Sebagai pemimpin pembelajaran harus menyadari bahwa setiap anak memiliki  kodrat yang berbeda sehingga dibutuhkan pembelajaran diferensiasi sebagai solusi untuk memenuhi kebutuhan belajar siswa yang beragam tersebut. Untuk bisa melakukan perubahan dalam kelas dengan menerapkan pembelajaran berdiferensiasi menjadi seorang pemimpin pembelajaran harus bisa manusia aset atau sumber daya dan juga memanfaatkan aset atau sumber daya yang ada, baik itu sumber daya komponen biotik maupun sumber daya yang berupa komponen abiotik, yaitu sarana prasarana dan keuangan untuk dapat menyusun dan mendesain strategi pembelajaran berdiferensiasi yang sesuai dan tepat sehingga dapat memenuhi kebutuhan belajar siswa. Setiap anak memiliki kodrat yang berbeda baik dari segi minat, profil belajar, maupun kesiapannya sehingga pembelajaran berdiferensiasi sebagai sebuah strategi untuk menuntun anak sesuai kekuatan kodratnya.

Modul 2.2 Tentang pembelajaran sosial emosional

Modul yang membahas cara atau strategi sebagai pemimpin pembelajaran untuk   membimbing anak-anak untuk mewujudkan siswa yang selamat dan bahagia. Pendidikan atau pembelajaran bukan semata-mata mata yang berorientasi pada aspek kognitif tapi bagaimana bisa mengembangkan kecerdasan sosial emosional pada diri anak agar anak.Tehnik mindfulness bisa dijadikan strategi atau cara mengelola sumber daya manusia yang kita miliki yaitu kecerdasan sosial anak bisa berkembang optimal.

Modul 2.3 Pembinaan

Modul 2.3 tentang coaching merupakan sebuah tehnik atau strategi seorang pemimpin pembelajaran untuk menuntun, mendampingi anak, untuk menggali potensi anak dan memaksimalkannya. Coaching memberikan kesempatan anak-anak berkembang dan menemukan proses berpikir pada diri anak sehingga metakognisinya meningkat dan berpikir kritis dan mencapai potensi diri yang optimal.

Modul 3.1 Pengambilan Keputusan sebagai pemimpin Pembelajaran

Dalam modul ini seorang pemimpin pembelajaran, belajar untuk mengambil keputusan yang beretika dengan menggunakan prinsip berpikir berbasis 4 paradigma, 3 resolusi berpikir dan 9 langkah pengujian keputusan. Prinsip pengambilan keputusan ini sangat penting terutama yang berkaitan dengan pengelolaan aset atau sumber daya sekolah untuk kepentingan murid.

Kesimpulan

Setelah saya mempelajari modul ini, mulai terjadi perubahan pada diri saya dalam cara pandang merencanakan program dengan lebih focus pada asset atau kekuatan yang saya miliki. Saya mencoba menerapkan dengan memetakan kompetensi dan sumber daya yang dimiliki sekolah dan berdiskusi dengan rekan cgp maupun komunitas praktisi, sebelum membuat dan melakasanakan suatu program yang direncanakan.

 

 

B.     Prakarsa Perubahan

Leader Kelas

Dengan menggunakan tahapan BAGJA

A.    Buat Pertanyaan

Pertanyaan :

1.      Bagaimana kepemimpinan leader kelas pada murid yang ada di SD Muhammadiyah Plus ?

2.      Bagaimana menumbuhkan jiwa kepemimpinan pada murid ?

Tindakan :

1.      Semua guru mengidentifikasi/melakuakan riset pada murid

2.      Tukar informasi dengan semua guru baik guru maple maupun wali kelas

3.      Menerapkan pembelajaran yang berpihak pada murid dengan menggunakan kekuatan kodrat pada anak

 

B.     Ambil Pelajaran

Pertanyaan :

1.      Apa manfaat dari terbentuknya leader kelas ?

2.      Metode pembelajaran seperti apa yang cocok untuk menjadi leader?

3.      Adakah guru lain yang sudah mengembangkan leader kelas ?

Tindakan :

1.      Mencari tahu sekolah dan guru yang sudah mengembangkan leader kelas pada murid

2.      Menerapkan pada kegiatan pembelajaran dengan metode kerja tim

 

C.    Gali Mimpi

Pertanyaan :

1.      Apakah menumbuhkan leader kelas pada murid merupakan wujud merdeka belajar ?

2.      Bagaimana perasaan guru jika memiliki murid yang memiliki jiwa kepemimpinan ?

Tindakan :

1.      Mencari tahu sekolah dan guru yang sudah mengembangkan leader kelas pada murid sebagai refrensi

2.      Terus menggali potensi dengan memberdayakan pada setiap kegiatan pembelajaran

D.    Jabarkan Rencana

Pertanyaan :

1.      Kegiatan pembelajaran seperti apa yang bisa menumbuhkan jiwa kepemimpinan kelas ?

2.      Bagaimana cara saling mendukung dan menyemangati agar konsisten menumbuhkan jiwa kepemimpinan pada murid ?

Tindakan :

1.      Menerapkan pembelajaran yang berpihak pada murid dengan membetuk kelompok/tim

2.      Membuat capaian untuk melihat progresnya

E.     Atur Eksekusi

Pertanyaan :

1.      Siapa yang terlibat dalam menumbuhkan jiwa kepemimpinan pada murid ?

2.      Mulai kapan seharusnya dilaksanakan ?

3.      Apa tolak ukur ketercapaian leader kelas ?

Tindakan :

1.      Seluruh guru dan siswa SD Muhammadiyah Plus

2.      Sudah mulai saat penerapan budaya positif

3.      Membuat catatan capaian dan mendokumentasikan progress yang sudah terlihat

 

Jumat, 20 Mei 2022

3.2.a.7. Demonstrasi Kontekstual - Pemimpin dalam Pengelolaan Sumber Daya

 

PEMETAAN 7 KELOMPOK ASET SUMBER DAYA YANG DIMILIKI SEKOLAH

NAMA SEKOLAH   :SEKOLAH SD MUHAMMADIYAH PLUS BATAM KOTA

NPSN                          : 11002472

AKREDITAS             : A

ALAMAT                   : Komp Taman Kurnia Djaya Alam. Batam Kota – Kota Batam Kepulauan Riau

 

Berikut Pemetaan Aset yang dimiliki Sekolah Muhammadiyah Plus Batam

  1. Aset Manusia :

Sekolah Muhamamdiyah Plus memiliki Aset Manusia diantaranya :

A.    1 Orang Quality Control sebagai penjamin mutu sekolah

B.     1 Orang Kepala Sekolah

C.     41 Guru

D.    738 Murid SD 365 murid laki-laki dan 373 muri perempuan

E.     14 Karyawan Sekolah terdiri dari ( 7 petugas kebersihan dan taman, 3 Tata Usaha, 3 Supir, 1 Satpam).

F.      Komite Sekolah

G.    Orang tua murid

Sekolah kami memiliki guru-guru hebat yang banyak memiliki keterampilan yang unik berdasarkan bidangnya masing selain mengajar. Sehingga mampu menelurkan generasi-generasi atau murid-murid yang berbakat pada bidang nya.

  1. Aset Sosial

Aset sosial yang dimiliki Sekolah Muhammadiyah Plus diantaranya :

A.    Menjalin hubungan kerjasama/pertukaran pelajar, studi banding dengan negara tetangga maupun pulau pulau di Kepulauan Riau

B.     Adanya Komunitas Praktisi

C.     KKG

D.    Hisbul Wathon dan Kepramukaan

E.     Pencak Silat Tapak Suci

F.      Kesehatan

G.    Redaksi Dedikasia

H.    Aktif dalam kegiatan kemasyarakatan dan bantuan sosial yang rutin dilaksanakan setiap tahun

  1. Aset Fisik

Modal Fisik yang dimiliki Sekolah Muhammadiyah Plus diantaranya :

A.    Bangunan sekolah 3 lantai yang terdiri dari : 78 ruang kelas, 1 laboratorium, 2 perpustakaan, 1 lab computer, 2 ruang tata usaha, ruang uks, aula, 29 sanitasi sekolah

B.     Lapangan olahraga

C.     Taman gazebo

D.    Mini zoo

E.     Akses Free Wifi

  1. Aset lingkungan/ alam

Sekolah Muhammadiyah Plus terletak di perumahan pusat kota batam, batam center yang memudahkan untuk akses jalan dan dekat dengan kantor-kantor pemko batam dan juga BP Batam. Dan juga memiliki pohon-pohon rindang disekita lapangan sekolah yang memberikan kesan sejuk dan indah.

  1. Modal Finansial

Sekolah Muhammadiyah Plus memiliki sumber dana dari SPP, Dana Bos

  1. Modal Politik

Sekolah Muhamadiyah Plus mempunyai Aset Politik diantaranya

A.    Ortonom Muhammadiyah

B.     Sebagian besar murid dengan orang tua penjabat daerah, anggota dewan, pemkot, BP Batam dan lain-lain. Sehingga memudahkan sekolah untuk mendapat dukungan ketika ada event-event yang akan diadakan disekolah.

  1. Aset Agama dan Budaya

Sekolah muhammadiyah  plus adalah sekolah dengan latar belakang Islami dengan mayoritas warga sekolah beragama Islam yang saling menghormati agama lain dan juga menjalin hubungan dengan baik dan juga melestarikan kebudayaan-kebudayaan setempat atau kebudaya melayu.

Itulah 7 aset pemetaan yang dapat saya simpulkan.

 

  1. Apa yang kami kuasai ?

-          Penggunaan bahasa Inggris dan bahasa arab

-          Hafalan juz 30, Tahfiz Qur’an

-          Pengembangan Bakat di bidang olahraga dan seni

-          Pengembangan Bakat di bidang Olimpiade siswa nasional

  1. Apa yang kami banggakan dari sekolah ini ? dan murid-murid kami

-          Hubungan kekeluargaan yang sangat baik antara guru dengan guru, guru dengan murid dan guru dengan orang tua murid, saling mendukung, saling menghargai, saling berbagi, peduli sesama, toleransi dan lain-lain.

-          Merupakan sekolah percontohan yang selalu datang tamu untuk belajar dengan kami sebagai contoh yang akan diterapkan di sekolah lain

-          Murid-murid yang memiliki jiwa leader, murid- murid yang memiliki semangat pantang menyerah dan memiliki bakat unik yang bisa dikembangkan sehingga sekolah kami selalu mendapatkan juara saat ada event/perlombaan baik nasional maupun internasional

  1. Apa yang membuat kami unik ?

-          Kekeluargaan yang sangat kental

-          Ada 2 keunikan dalam Hisbul Wathon dan Pramuka dilaksanakan secara bersamaan disekolah kami

-          Berbagi dan Peduli dengan menyisihkan koin dalam botol plastic/toples dan dibuka bersama saat menjelang Bakti sosial

-          Desain kelas/menghias kelas yang sesuai dengan keinginan wali kelas dan murid dengan difasilitasi sekolah

 

  1. Kekuatan apa yang kami miliki dan berharga untuk masyarakat/komunitas lain?

-          Indahnya kebersamaan, saling berbagi dan peduli dengan bekerja sama dengan seluruh stakeholder untuk mendukung pembelajaran yang berpihak pada murid

  1. Apa yang telah sekolah lakukan dan miliki yang lebih baik dari orang lain?

-          Sekolah kami sangat peduli dengan masyarakat dan lingkungan sekitanya

-          Peduli dengan warga sekolahnya

-          Mensuport/mendukung/memfasilitasi murid dan guru-gurunya dalam hal apapun terutama untuk kemajuan sekolah dan individunya